navigasi

Friday, January 17, 2014

UNDIP TUAN RUMAH PEKAN ILMIAH MAHASISWA NASIONAL KE XVII (PIMNAS ke 27) PADA SEPTEMBER TAHUN 2014


Perlu diketahui bahwa kandidat awal untuk Tuan Rumah PIMNAS ke 27 adalah UI, ITB, UPI dan UNDIP. Hingga mengerucut menjadi 2 yaitu UPI Bandung dan UNDIP. Dan akhirnya UNDIP dinyatakan resmi oleh DIKTI sebagai Tuan Rumah PIMNAS ke 27. Hal tersebut setelah visitasi dari DIKTI tanggal 22 November 2013.
            Yuk kita ngomongin sedikit rangkaian visitasi tersebut, DIKTI mengadakan visitasi guna menilai persiapan UNDIP sebagai calon Tuan Rumah PIMNAS ke 27. Saat itu dana yang diajukan UNDIP ke Dikti untuk PIMNAS ke 27 sebesar 8 Milyar Rupiah. Banyak sekali parameter-parameter yang dinilai dalam visitasi ini, diantaranya adalah kelayakan gedung untuk pembukaan, presentasi, dan pameran, kemudian juga fasilitas penunjang seperti Masjid, air bersih, penginapan, transport, kesehatan, dll. Yang tak kalah penting adalah dukungan dan komitmen dari seluruh Internal UNDIP serta dukungan dari Gubernur dan Pemda-Pemkot juga sangat berpengaruh. Dari hasil visitasi yg dilakukan oleh DIKTI ke UNDIP dan UPI, akhirnya didapatkan 1 nama yg berhak menjadi Tuan Rumah PIMNAS XVII, yaitu UNDIP.
            Nah, jadi ini adalah untuk ketiga kalinya PIMNAS datang ke Semarang. Yang pertama PIMNAS-XI-1998-UNDIP, yang kedua PIMNAS-XXI-2008-Unissula dan PIMNAS-XXVII-2014-UNDIP. Tema yang akan diusung UNDIP di PIMNAS XXVII ini adalah "Kreativitas dan Inovasi dalam Kebinekaan". Kegiatan PIMNAS akan berpusat di Gedung.Prof.Soedarto. Sedangkan untuk presentasi dipilih gedung Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Sedangkan sebagai tempat akomodasi peserta Gedung rusunawa, LPMP, eks APDN, diklat koperasi dan diklat agama. Tempat tersebut dipilih karena lokasinya yang terjangkau sehingga tidak membuat peserta terlambat dan juga dapat menampung lebih dari 2.500 peserta PIMNAS. Yang tidak kalah penting adalah Leader Officer (LO). Minimal 750 mahasiswa dibutuhkan untuk menjadi LO dan 250 orang dari tim keamanan dan kesehatan. Untuk ketua penyelenggara PIMNAS ke 27 UNDIP kali ini adalah Pak Bambang Sulistyanto.

PENGERTIAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS atau GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM (SIG) MENURUT PARA AHLI


          
 Berikut beberapa referensi mengenai pengertian dari Sistem Informasi Geografis atau dalam bahasa inggris yaitu Geographic Information System (GIS) :

Menurut Stand Aronaff (1989)
SIG adalah sistem informasi yang didasarkan pada kerja komputer yang memasukkan, mengelola, memanipulasi dan menganalisa data serta memberi uraian”.
SIG adalah suatu sistem berbasis komputer yang memiliki
kemampuan dalam menangani data bereferensi geografi yaitu pemasukan data,
manajemen data (penyimpanan dan pemanggilan kembali), manipulasi dan
analisis data, serta keluaran sebagai hasil akhir (output). Hasil akhir (output)
dapat dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan pada masalah yang
berhubungan dengan geografi”.

DASAR-DASAR TENTANG SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS atau GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM (SIG)


Sistem adalah sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu yang dimaksudkan untuk mencapai suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan (Hartono,2000).
            Sistem Informasi Geografis (bahasa Inggris : Geographic Information System disingkat GIS) adalah system informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Komponen-komponen pendukung SIG terdiri dari lima komponen yang bekerja secara terintegrasi yaitu perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), data, manusia, dan metode.

Thursday, January 16, 2014

CARA MERAIH SUKSES DENGAN MAN JADDA WAJADA, SIAPA YANG BERSUNGGUH-SUNGGUH MAKA AKAN BERHASIL


27 mei 1453, dalam tahajudnya, teringat sabda Rasulullah Saw di pikiran seorang pemuda,
“Akan ditaklukkan konstantinopel, sebaik-baiknya panglima adalah panglima penakluknya, sebaik-baiknya pasukan adalah pasukan penakluknya”. (H.R. Ahmad)
            800 tahun sudah Rasulullah Saw mengatakan sabdanya, generasi demi generasi berusaha menaklukkan konstantinopel namun belum berhasil, mulai timbul keraguan akan sabda Rasulullah Saw,
            Hingga sang pemuda tersebut meminta pada seluruh pasukannya untuk selalu bermohon kepada Allah Swt, terus membaca AL-Qur’an, sholat sunah ditegakkan, berpuasa karena Allah Swt,
29 mei 1453, dia usahakan segala cara, semua inovasi dilakukan untuk menaklukkan konstantinopel, seandainya konstantinopel bisa ditaklukkan maka sabda Rasulullah Saw adalah benar, tetapi jika kita tidak bisa menaklukkannya maka lebih baik saya dikubur didalam pasir bebatuan yang ada disana karena tidak bisa menjadi pemimpin sebaik-baiknya pasukan, dia mewajibkan setiap pasukan untuk mengerahkan semua tenaga dan semua karena Allah Swt,
            Pada akhirnya kota ini berhasil ditaklukan dibawah Seorang Pemuda saleh berusia 21 tahun yaitu Sultan Muhammad Al Fatih (30 Maret 1432 – 3 Mei 1481) yang membuat dunia terkagum oleh kepimpinannya, serta taktik dan strategi peperangannya, itulah bagian dari Man Jadda Wajada.

Man Jadda Wajada, yang artinya siapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan berhasil, menjadi apa yang dia inginkan”.
Rasanya masuk ke seluruh urat nadi semangat Man Jadda Wajada,
“Melebihkan usahanya diatas rata-rata orang lain, kita tidak membatasi diri, segala sesuatu karena Allah Swt”.

“Indikator kesungguhan, sampai habis semua usaha, semakin banyak usaha yang keluar, semakin banyak balasan dari Allah Swt”.