navigasi

Tuesday, December 29, 2015

Tentang One Map Policy (OMP) Indonesia


1.     One Map Policy (OMP)
Kebijakan satu peta atau “One Map Policy (OMP) berawal di tahun 2010 ketika Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) menunjukkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono peta tutupan hutan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Departemen Kehutanan yang berbeda dimana al tersebut yang mendorong Presiden SBY memerintahkan penyusunan satu peta. Selain itu karena Informasi Geospasial Tematik (IGT) yang dibangun tidak merujuk pada satu sumber rujukan Peta Dasar (Peta Rupabumi). Bisa dipastikan selama Informasi Geospasial Tematik tidak merujuk pada Peta Dasar yang dibangun oleh instansi yang berkompeten dan berkewenangan dalam hal ini Badan Informasi Geospasial (BIG) maka Informasi Geospasial Tematik yang dibangun tersebut akan menimbulkan kesimpangsiuran.
One Map Policy adalah amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial (IG).  Informasi Geospasial diselenggarakan berdasarkan asas kepastian hukum, keterpaduan, keterbukaan, kemutakhiran, keakuratan, kemanfaatan, dan demokratis. Undang-Undang ini bertujuan untuk mewujudkan penyelenggaraan Informasi Geospasial yang berdaya guna dan berhasil guna melalui kerja sama, koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan mendorong penggunaan Informasi Geospasial dalam penyelenggaraan pemerintahan dan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. BIG sebagai penyelenggara Informasi Geospasial Dasar yaitu Jaring Kontrol Geodesi dan Peta Dasar yang menjadi acuan untuk menjamin keterpaduan informasi nasional. BIG mengintegrasikan berbagai peta yang dimiliki sejumlah instansi pemerintah ke dalam satu peta dasar (One Map).

Sunday, December 20, 2015

Sambutan Ketua Panitia Mubes HMP UGM 2015


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
Yang terhormat, Ketua HMP 2015,
Yang terhormat, Alumni HMP,
Yang terhormat, Pimpinan Himpunan Prodi,
Serta Delegasi masing2 Prodi yang kami hormati.
          Alhamdulillah, puji syukur atas kehadirat Allah Subhanahu wa ta’ala karena pada hari ini kita dapat berkumpul dalam acara Musyawarah Besar Himpunan Mahasiswa Pascasarjana (Mubes HMP) ke IX dalam keadaan sehat.
       Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
              Hadirin yang berbahagia,
       Saya selaku Ketua Panitia Penyelenggara Mubes HMP ke 9 mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada hadirin yang telah datang di acara ini. Tanggal 23 November 2015 kepanitian Mubes mulai dibentuk. Dengan kerja keras bersama semua panitia, Alhamdulillah acara ini dapat terselenggara dengan baik. Terima kasih kepada semua kawan2 panitia, para SC, donatur dan semua pihak yang telah membantu penyelenggaraan acara ini.

Friday, September 18, 2015

Review SDI Cookbook Chapter 3, 4, 6, 8,dan 10



1.             Chapter 3 : (Metadata – Describing geospatial data)
Chapter ini membahas mengenai metadata. Kebutuhan akan data dari tahun ke tahun semakin meningkat. Berdasarkan akan kebutuhan tersebut maka kuantitas data juga semakin besar. Maka perlu adanya suatu pendokumentasian data yang bias diakses oleh public untuk penggunaan masa depan. Metadata disini memiliki fungsi membantu seseorang yang mengunakan data geospasial untuk menemukan data yang dibutuhkan dan menentukan bagaimana cara terbaik dalam menggunakannya.
Meta memiliki arti perubahan, sedangkan metadata disini menjelaskan asal muasal dan melacak perubahan data. Metadata adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan ringkasan informasi atau karakteristik dari satu set data. Salah satu aplikasi sederhana dari metadata yaitu dalam penggunaan sistem informasi geografis berbasis website dengan menampilkan peta secara online dimana terdapat informasi tentang deskripsi peta, judul peta, sistem referensi didalamnya, hal tersebut merupakan bagian dari metadata.
Berikut perbedaan level metadata yang digunakan :
a.       Penemuan metadata.
Penemuan data merupakan jumlah minimum informasi yang perlu disediakan untuk menyampaikan kepada public dari sumber data. Hal ini akan menjawab pertanyaan tentang data geospasial. Dalam konteks ini memungkinkan organisasi untuk mengetahui dan mempublikasi data yang mereka punya.
b.      Eksplorasi metadata : Merupakan dokumentasi yang disediakan oleh data untuk memastikan bahwa orang lain menggunakan data benar dan bijak. Eksplorasi metadata memberikan informasi yang cukup untuk memastikan bahwa data tepat untuk tujuan tertentu, dan sebagai informasi lebih lanjut mengenai referensi tertentu.
c.       Eksploitasi metadata : Membantu pengguna akhir dan organisasi penyedia untuk secara efektif menyimpan, menggunakan, memelihara dan mengarsip data mereka.
Sangat tepat sekali jika dalam suatu metadata harus ada standar yang digunakan agar terbentuk suatu kesatuan informasi terorganisir yang dapat memudahkan publik untuk mendapatkan informasi dan untuk kemudahan suatu organisasi maupun lembaga dalam transferring data. Tentunya untuk menentukan sebuah standar metadata dengan karakteristik paling tepat membutuhkan suatu analisa mendalam dari berbagai kalangan. Seperti yang dilakukan oleh sejumlah organisasi untuk memastikan tingkat konsistensi sebuah standar metadata saat ini. 3 standar metadata utama yang dikembangkan pada lingkup internasional adalah The Content Standard for Digital Geospatial Metadata, U.S. 1994, revised 1998 http://www.fgdc.gov/, A CEN Pre-standard adopted in 1998 http://forum.afnor.fr/afnor/WORK/AFNOR/GPN2/Z13C/indexen.htm,  dan ISO 19115 (International Standard) and ISO 19139 (Draft Technical Specification).

Friday, September 11, 2015

Solusi Mengganti Antar Muka Quantum GIS dari Bahasa Indonesia menjadi Bahasa Inggris


Nampaknya kita sudah terbiasa dengan pemakaian Software dengan antar muka (interface) berbahasa inggris, maka ketika kita install software dan ternyata muncul dengan interface bahasa Indonesia rasanya kurang nyaman dengan hal ini. Berikut cara mudah untuk mengubah dalam bahasa inggris ketika install software open sources Quantum GIS dan ternyata tampilannya dalam bahasa Indonesia :
Tampilan awal Quantum GIS dalam bahasa indonesia.


1.      Masuk Control Panel

2.      Pilih Clock, Language, and Region >>> Lalu Klik Region and Language

Solusi Hasil Huruf yang Diketik dari Keyboard Tidak Sesuai

Jika terjadi error pada keyboard dengan OS windows 7, kita ketik Shift+2 dengan maksud agar muncul @, tetapi munculnya tidak sesuai, maka lakukan cara berikut :
1.      Masuk Control Panel