Fungsi Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional :
Banyak orang takut untuk menyerukan kebenaran karena akan terlempar dari realita kehidupan sekarang ini. Berjuanglah untuk menjadi seorang pemimpin yang selalu menjunjung tinggi proses tegaknya keadilan dan kebenaran hingga kita dapat menaklukkan dunia dan menjadi seorang pemimpin dunia.
Tuesday, September 10, 2024
Tugas Bidang Survei dan Pemetaan Kanwil BPN
Tugas Bidang Survei dan Pemetaan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional :
Friday, September 6, 2024
Kewenangan Pelaksanaan Pengukuran Bidang Tanah BPN
Kewenangan pengukuran suatu bidang tanah :
1.
Luas
s.d. 25 Hektar dilaksanakan oleh Kantor Pertanahan
2.
Luas
25 s.d. 1000 Hektar dilaksanakan oleh Kantor Wilayah
3.
Luas
lebih dari 1000 Hektar dilaksanakan oleh Kementerian
Sumber
:
Thursday, September 5, 2024
Jangan Jadikan Anak sebagai Penghambat Ibu Beribadah
Teruntuk Bia tercinta.
By pagi tadi merenung,
Setelah kt menikah dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala berikan amanah ghuma ghifa,
tolong ingat pesan buya ini ya ayangku,
"Jangan sampai merawat, menjaga, dan mendidik ghuma ghifa menjadi penghambat bia utk sholat wajib diawal waktu, tilawah Qur'an, sholat sunah, puasa sunah, dan ibadah2 lainny yg biasa dilakukan sebelum menikah. tapi jadikan merawat, menjaga, dan mendidik anak2 kt sebagai bagian dari ibadah yg sangat mulia. Jikalau memang gbs melakukan ibadah2 tsb yakinlah bukan krn anak2 tetapi karena usaha bia dalam memaksimalkan tugas utama bia sebagai seorang ibu utk merawat, menjaga, dan mendidik mereka menjadi generasi penerus dakwah Islam, penghafal Al-Quran, memiliki akhlaq seperti Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para Sahabat"
Sunday, August 25, 2024
Berprasangka Baik kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala
dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
قال
رسول الله صلى الله عليه وسلم: « أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي إِنْ ظَنَّ بِي خَيْرًا
فَلَهُ وَإِنْ ظَنَّ شَرًّا فَلَهُ » [ أخرجه إبن حبان]
“Sesungguhnya
Allah azza wa jalla berfirman: ‘Aku selalu berada pada prasangka para hamba-Ku,
jika dia berprasangka baik maka Aku juga demikian, sebaliknya kalau buruk
sangkaannya demikian pula Akupun begitu“. [HR Ibnu Hibban no: 638].
Maknanya adalah apapun yang kita dapatkan sifatnya baik maka misal
kita dapat nikmat makanan, nikmat kesehatan, kita berkata, “owh ini berarti
Allah subhanahu wa ta’ala sedang melimpahkan nikmatnya kedapa saya
Alhamdulillah, ini sudah umum. Tapi kalau dia sedang mendapat musibah seperti
sakit, kehilangan harta, dan ditipu orang, disini juga dibutuhkan prasangka
baik kepada Allah subhanahu wa ta’ala, kalau kita berprasangka baik, misal kita
mengatakan, “mungkin Allah subhanahu wa ta’ala sedang bersihkan dosa-dosaku,
mungkin Allah subhanahu wa ta’ala akan tinggikan derajatku”, maka dia akan
mendapatkan kebaikan itu. Tapi kalau berprasangka buruk maka ini akan
bermasalah untuk kita.
Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam Hadits Qudsi :
Allah
Subhanahu wa ta’ala berfirman :