navigasi

Friday, September 18, 2015

Review SDI Cookbook Chapter 3, 4, 6, 8,dan 10



1.             Chapter 3 : (Metadata – Describing geospatial data)
Chapter ini membahas mengenai metadata. Kebutuhan akan data dari tahun ke tahun semakin meningkat. Berdasarkan akan kebutuhan tersebut maka kuantitas data juga semakin besar. Maka perlu adanya suatu pendokumentasian data yang bias diakses oleh public untuk penggunaan masa depan. Metadata disini memiliki fungsi membantu seseorang yang mengunakan data geospasial untuk menemukan data yang dibutuhkan dan menentukan bagaimana cara terbaik dalam menggunakannya.
Meta memiliki arti perubahan, sedangkan metadata disini menjelaskan asal muasal dan melacak perubahan data. Metadata adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan ringkasan informasi atau karakteristik dari satu set data. Salah satu aplikasi sederhana dari metadata yaitu dalam penggunaan sistem informasi geografis berbasis website dengan menampilkan peta secara online dimana terdapat informasi tentang deskripsi peta, judul peta, sistem referensi didalamnya, hal tersebut merupakan bagian dari metadata.
Berikut perbedaan level metadata yang digunakan :
a.       Penemuan metadata.
Penemuan data merupakan jumlah minimum informasi yang perlu disediakan untuk menyampaikan kepada public dari sumber data. Hal ini akan menjawab pertanyaan tentang data geospasial. Dalam konteks ini memungkinkan organisasi untuk mengetahui dan mempublikasi data yang mereka punya.
b.      Eksplorasi metadata : Merupakan dokumentasi yang disediakan oleh data untuk memastikan bahwa orang lain menggunakan data benar dan bijak. Eksplorasi metadata memberikan informasi yang cukup untuk memastikan bahwa data tepat untuk tujuan tertentu, dan sebagai informasi lebih lanjut mengenai referensi tertentu.
c.       Eksploitasi metadata : Membantu pengguna akhir dan organisasi penyedia untuk secara efektif menyimpan, menggunakan, memelihara dan mengarsip data mereka.
Sangat tepat sekali jika dalam suatu metadata harus ada standar yang digunakan agar terbentuk suatu kesatuan informasi terorganisir yang dapat memudahkan publik untuk mendapatkan informasi dan untuk kemudahan suatu organisasi maupun lembaga dalam transferring data. Tentunya untuk menentukan sebuah standar metadata dengan karakteristik paling tepat membutuhkan suatu analisa mendalam dari berbagai kalangan. Seperti yang dilakukan oleh sejumlah organisasi untuk memastikan tingkat konsistensi sebuah standar metadata saat ini. 3 standar metadata utama yang dikembangkan pada lingkup internasional adalah The Content Standard for Digital Geospatial Metadata, U.S. 1994, revised 1998 http://www.fgdc.gov/, A CEN Pre-standard adopted in 1998 http://forum.afnor.fr/afnor/WORK/AFNOR/GPN2/Z13C/indexen.htm,  dan ISO 19115 (International Standard) and ISO 19139 (Draft Technical Specification).

Friday, September 11, 2015

Solusi Mengganti Antar Muka Quantum GIS dari Bahasa Indonesia menjadi Bahasa Inggris


Nampaknya kita sudah terbiasa dengan pemakaian Software dengan antar muka (interface) berbahasa inggris, maka ketika kita install software dan ternyata muncul dengan interface bahasa Indonesia rasanya kurang nyaman dengan hal ini. Berikut cara mudah untuk mengubah dalam bahasa inggris ketika install software open sources Quantum GIS dan ternyata tampilannya dalam bahasa Indonesia :
Tampilan awal Quantum GIS dalam bahasa indonesia.


1.      Masuk Control Panel

2.      Pilih Clock, Language, and Region >>> Lalu Klik Region and Language

Solusi Hasil Huruf yang Diketik dari Keyboard Tidak Sesuai

Jika terjadi error pada keyboard dengan OS windows 7, kita ketik Shift+2 dengan maksud agar muncul @, tetapi munculnya tidak sesuai, maka lakukan cara berikut :
1.      Masuk Control Panel

Thursday, July 30, 2015

SEJARAH JURUSAN TEKNIK GEODESI GEOMATIKA PERGURUAN TINGGI SWASTA (PTS) DI INDONESIA


            Sebelumnya q sudah memposting tentang sejarah singkat Jurusan Teknik Geodesi Geomatika PTN yang ada di Indonesia, kali ini q akan memposting tentang Jurusan Teknik Geodesi Geomatika Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia.

            Pengertian dan Mata Kuliah Jurusan Teknik Geodesi silahkan klik disini. Jurusan Teknik Geodesi Geomatika di Indonesia saat ini total 11 perguruan tinggi, 6 Perguruan Tinggi Negeri (PTN), yaitu Teknik Geodesi dan Geomatika Insitut Teknologi Bandung (ITB)Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada (UGM)Teknik Geomatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)Teknik Geodesi Universitas Diponegoro (UNDIP)Teknik Geodesi dan Geomatika Universitas Negeri Lampung (UNILA)Teknik Geomatika Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dan 5 Perguruan Tinggi Swasta (PTS), yaitu Institut Teknologi Nasional (ITENAS) BandungUniversitas Winaya Mukti (UNWIM) BandungInstitut Teknologi Nasional (ITN) MalangUniversitas Pakuan (UNPAK) Bogor, dan Institut Teknologi Padang (ITP). 
Berikut daftar Jurusan Teknik Geodesi Geomatika PTS beserta sejarah singkatnya :

SEJARAH JURUSAN TEKNIK GEODESI GEOMATIKA PERGURUAN TINGGI NEGERI (PTN) DI INDONESIA


            Jurusan Teknik Geodesi dari tahun ke tahun semakin menarik minat para generasi penerus bangsa Indonesia ini. Hal ini bisa dikarenakan mereka tahu bahwa tenaga ahli dalam bidang Geodesi dan Geomatika di Indonesia masih sangat sedikit, sedangkan keterbutuhan tenaga ahli ini dari tahun ke tahun semakin meningkat seiring dengan permasalahan dan perkembangan di bidang pengukuran dan pemetaan, prospek kerja jurusan ini juga masih sangat terbuka lebar tentunya semua kembali pada kapasitas dan kapabilitas diri kita selama kuliah nantinya.
Berikut daftar Jurusan Teknik Geodesi Geomatika PTN beserta sejarah singkatnya :