navigasi

Wednesday, November 15, 2017

Materi Soal Seleksi Kemampuan Bidang (SKB) Kementrian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional (ATR / BPN) 2017

Proses seleksi CPNS Kementrian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional (ATR/ BPN) melalui 3 tahap yaitu Seleksi Administrasi, jika lolos dilanjut Seleksi Kemampuan Dasar (SKD ), kemudian yang terakhir jika lolos dilanjut Seleksi Kemampuan Bidang (SKB). Pada SKB materi sesuai bidang keahlian jurusan kita dan jabatan yang dipilih. Seperti yang akan q share berikut merupakan soal dari jabatan surveyor pemetaan dan jurusan teknik geodesi. Soal terdiri dari 100 soal dengan waktu 90 menit dengan menggunakan CAT, So manfaatkan waktu sebaik-baiknya, jawab soal yang mudah dahulu, jangan terlena dengan “soal menantang” yang menarik untuk dipecahkan. Soal menggunakan Computer Assisted Test (CAT), benar bernilai 5 dan salah 0 (Total skor benar semua 500), hasil akan langsung muncul di layar komputer setelah selesai sama seperti SKD perbedaanya hanya SKB tidak ada passing grade. Yang q share ini belum mencakup seluruh materi soal SKB karena banyak yang sudah lupa, mungkin masih sebagian kecil saja. Semoga tetap bermanfaat..
Berikut materi SKB yang masih q ingat :

Cerita Pengalaman dan Tahapan Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Kementerian ATR / BPN

 
Tes SKD sudah dilalui dengan lolos passing grade, namun rasa cemas terus menelimuti diri ini karena nilai q tidak sesuai target maksimal yang ingin dicapai sebelumnya, “Wah bisa jadi nilai q kalah kompetitif ni dengan peserta lain”, mau belajar persiapan SKB juga tidak bisa fokus, maka hanya doa dan tawakal kepada Allah Swt lah yang bisa dilakukan saat itu untuk menenangkan hati ini. Jika sesuai jadwal awal maka pengumuman hasil SKD yang lolos ke tahap SKB pada tanggal 23 Oktober 2017, namun karena ada perubahan jadwal SKB yang diinfokan tanggal 25 Oktober 2017 yaitu ada wilayah ujian yang terakhir tes SKD tanggal 29 Oktober 2017 sehingga dipastikan pengumuman akan mundur.
Jumat, 10 November 2017 adalah pengumuman yang lulus SKD dan bisa mengikuti tahap SKB. Itulah hari yang dinanti-nanti selama 12 hari dari tes terakhir SKD. Setelah kuliah SPKBS pukul 16.30 q langsung ke kos, sampai kos ternyata di grup telegram sudah banyak yang berteriak “hilal gan..hilal”. Dag..dig..dug.. jantung ini terus berdebar untuk melihat pengumuman tersebut, Alhamdulillah ternyata dengan nilai SKD 321 q masuk peringkat 6 dari 7 yang lolos SKD dan total formasi di Papua Barat yaitu berjumlah 10. Formasi 10 namun yang lolos 7 orang di Papua Barat persis seperti yang q impikan di satu waktu pada saat tidur siang, namun dalam mimpi tersebut q di peringkat 7. Pada pengumuman sekaligus tercantum informasi SKB dilaksanakan tanggal 15 November 2017 (hanya ada 3 hari efektif untuk belajar). Alhamdulillah semua karena pertolongan Allah Swt. Selanjutnya, karena q bernadzar harus birrul walidain dulu ke rumah di Pemalang jika dipastikan lolos ke tahap selanjutnya, maka malam itu q langsung pulang dengan travel jam 22.30 dari Jogja. Sampai Pemalang Alhamdulillah jam 3.30 pagi. Selama di Pemalang q mohon doa restu keluarga agar bisa resmi diterima menjadi PNS di Kementerian ATR/ BPN.
(Daftar yang lolos SKD dan bisa mengikuti SKB,
Jabatan Surveyor Pemetaan, Penempatan Papua Barat)

Tuesday, November 7, 2017

Mengenal Allah Swt (Ma'rifatullah)

1.      Arti Ma’rifatullah
-          Ma’rifatullah dari kata ma’rifah dan Allah.
-          Ma’rifah = mengetahui/mengenal.
-          Mengenal Allah bukan melalui zat Allah tapi lewat tanda-tanda kebesaran-Nya (asma, sifat-sifatnya, ayat-ayatnya).

2.      Pentingnya mengenal Allah Swt
a.       Nabi kita Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya aku yang paling mengenal Allah dan akulah yang paling takut kepada-Nya” (HR. Bukhari-Muslim)
b.      Allah Swt berfirman, “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah para ulama (orang-orang yang berilmu (mengenal Allâh Azza wa Jalla)).” (QS. Fathir: 28)
Ø  Semakin tinggi pengetahuan seorang hamba kepada Robb-nya, maka ia akan semakin takut kepada-Nya.
c.       Ibnul Qayyim rahimahullah, “Pribadi termulia yang memiliki cita-cita dan kedudukan tertinggi adalah seorang yang merasakan kelezatan dalam ma’rifatullah (mengenal Allah), mencintai-Nya, rindu untuk bertemu dengan-Nya serta mencintai segala sesuatu yang dicintai dan diridhai-Nya.” (Al Fawaa-id, hal. 150).
d.      Sang pakar hati, Abu Bakr Az Zur’i yang terkenal dengan Ibnul Qayyim, Syaikhul Islam kedua. Beliau mengatakan, “Al ‘arif (orang yang mengenal Allah dengan benar) menurut para ulama adalah orang yang mengenal Allah ta’ala dengan berbagai nama, sifat dan perbuatan-Nya. Kemudian dibuktikan dalam perikehidupannya yang dibarengi niat dan tujuan yang ikhlas…” (Madaarijus Saalikin, 3/337).
e.       Para ulama semakin mengenal Allah Swt, semakin berhati-hati dengan meninggalkan yang syubhat bahkan yang mubah karena takut masuk kategori haram.
f.       Rasulullah Saw bersabda,”Anak adam semakin tua, ada dua perkara semakin besar juga bersamanya : cinta harta dan panjang umur.” (H.R Tirmidzi).
Ø  Sehingga penting mengenal Allah Swt agar semakin meningkatkan taqwa kepada Allah Swt untuk menghilangkan hubbul mal (cinta harta yang berlebihan).

3.      Cara mengenal Allah Swt :

Thursday, October 26, 2017

Tujuan Hidup Manusia dan Kiat agar Aktifitas Bernilai Ibadah


      Beberapa diantara kita mungkin masih ada yang bertanya, “Tujuan hidup manusia untuk apa sih?”. Ada yang sudah paham dan dapat sepenuhnya dengan keikhlasan hati melaksanakan karena Allah Swt. Ada juga yang sudah tahu namun masih belum melaksanakan sepenuhnya karena Allah Swt. Bahkan ada juga yang sudah tahu namun acuh terhadap itu semua. Tentunya kita semua berharap masuk kategori paham dan dapat sepenuhnya melaksanakan karena Allah Swt.
             
1.      Tujuan hidup manusia adalah untuk beribadah kepada Allah Swt.
    “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka semua menjadikan seluruh aktifitas sebagai ibadah kepada-Ku. (QS. Adz Dzariat :56)
    “Sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul yang mengajak; sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.” (QS. An Nahl: 36)
a.      Segala aktifitas untuk ibadah, dari bangun tidur hingga tidur lagi.
b.      Allah Swt mengatur setiap aktifitas kehidupan, buktinya hampir seluruh aktifitas terdapat doa. (Bangun tidur, berpakaian, makan, toilet, berpergian, dll).
c.       Jika tidak tahu doanya maka cukup dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim.
d.      Segala aktifitas kebaikan yang dilakukan dengan niat Ibadah maka bernilai Ibadah. Sedangkan jika aktifitas diniati untuk kepentingan duniawi maka hanya mendapat amalan dunia saja meskipun bentuk amalan akhirat.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nya maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya)“.
(HR Ibnu Majah no. 4105)
e.       Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)
f.       Kita yang butuh ibadah karena balasan dari ibadah akan kembali lagi kepada kita
“Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari makhluk dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan pada-Ku. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS. Adz Dzariyat: 57-58)
g.      Apa makna ibadah?
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Dalam ibadah itu terkandung mengenal, mencintai, dan tunduk kepada Allah. Bahkan dalam ibadah terkandung segala yang Allah cintai dan ridhoi. Titik sentral dan yang paling urgent dalam segala yang ada adalah di hati yaitu berupa keimanan, mengenal dan mencintai Allah, takut dan bertaubat pada-Nya, bertawakkal pada-Nya, serta ridho terhadap hukum-Nya. Di antara bentuk ibadah adalah shalat, dzikir, do’a, dan membaca Al Qur’an.” (Majmu’ Al Fatawa, 32/232)
“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al Mu’minun: 115).
“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?” (QS. Al Qiyamah: 36).

2.      Kiat agar istiqomah menjalankan semua aktifitas dalam kehidupan sebagai ibadah.

Thursday, October 19, 2017

Cara Lulus Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menggunakan Computer Asisted Test (CAT) pada Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)

Berikut cara untuk mendapat hasil maksimal dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menggunakan Computer Asisted Test (CAT) pada Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) :
1.    Persiapan belajar paling tidak sebulan sebelum tes (lebih lama lebih baik), tiap hari sebentar tapi kontinu akan sangat efektif.
2.   Buat jadwal belajar (Misal, senin-selasa Tes Wawasan Kebangsaan “TWK”, rabu-kamis Tes Intelegensi Umum “TIU”, jumat Tes Karakteristik Kepribadian “TKP”, sabtu-minggu SIMULASI SOAL).
3.    Cermati pengumuman terkait tes dan seluruh perlengkapan ujian sudah dipersiapkan maksimal sehari sebelumnya.
-          Cetak kartu peserta ujian dan ditempel foto,
-          KTP asli,
-          Tahu lokasi ujian agar bisa memperkirakan berapa lama waktu tempuh,
-          Pakaian yang disyaratkan (Misal, baju putih, celana hitam).
4.    Jangan terlalu memforsir belajar sehari sebelum ujian, gunakan untuk kegiatan yang rileks, pendekatan spiritual, atau jika mau belajar santai batasi maksimal jam 21.00.
5.      Pendekatan spiritual jika muslim :
-        Telpon orang tua untuk turut mendoakan.
-       Tidur pukul 21.00, bangun pukul 2.30 lakukan shalat tahajud, shalat hajat, shalat witir,  dan tilawah Qur’an sambil menunggu waktu shalat subuh.
-         Shalat qabliyah subuh, dan shalat subuh berjamaah di Masjid.
-         Memasuki waktu dhuha, Jika ujian siang laksanakan Shalat Dhuha dahulu.
6.  Sebelum ujian pastikan makan secukupnya (Jangan sampe paginya perut kosong karena berfikir juga perlu energi ekstra, kecuali yang puasa ya. Jangan juga terlalu kenyang nanti perut mules tuh).
7.     Datang ke lokasi ujian 90 menit sebelum dimulai tes (Tidak perlu review soal atau materi ya karena malah akan semakin bingung dan merasa banyak yang kurang, yakin aja lah dengan yang sudah kita pelajari sebelumnya)
8.     Saat mengerjakan :