navigasi

Thursday, March 23, 2023

Hadist Keutamaan Meninggalan Perdebatan

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِى رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِى وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِى أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ

Aku memberikan jaminan rumah di pinggiran surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar. Aku memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan kedustaan walaupun dalam bentuk candaan. Aku memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang bagus akhlaknya.” (HR. Abu Daud, no. 4800. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Sumber https://rumaysho.com/13072-11-amalan-dapat-jaminan-rumah-di-surga.html

Tuesday, March 21, 2023

Tugas Sistem Informasi Spasial - Analisa Potensi Pariwisata Menggunakan Sistem Informasi Geografis Berbasis Web


ABSTRAK

Sektor pariwisata sebagai kegiatan perekonomian telah menjadi andalan potensial dan prioritas pengembangan bagi sejumlah Negara. Terlebih bagi negara berkembang seperti Indonesia yang memiliki potensi wilayah yang luas dengan daya tarik wisata yang cukup besar. Salah satu problematika yang harus dipecahkan adalah masalah infrastruktur Information and Communication Technology (ICT) dan strategi promosi wisata yang masih konvensional.

Paper ini membahas tentang pengembangan analisa potensi pariwisata dengan menggunakan sistem informasi geografis berbasis web. WebGIS  adalah  aplikasi  SIG  yang  terdistribusi  dalam suatu  jaringan komputer untuk mengintegrasikan dan menyebarluaskan informasi geografis secara visual pada World Wide Web. Dalam perancangan dan pembangunan webGIS pariwisata yaitu menggunakan bahasa php, styling css dan html dengan mysql sebagai basis data, kemudian integrasi peta online melalui open street map dan google map.

 Kata Kunci: Google Map, Open Street Map, Pariwisata, WebGIS.

Tugas Sistem Informasi Spasial - Abstrak PERANAN SISTEM INFORMASI SPASIAL DALAM BIDANG GEOINFORMATIKA

 

Abstrak

 

Sistem Informasi spasial memiliki peranan penting dalam perkembangan teknologi di era globalisasi saat ini. Penggunaan sistem informasi spasial adalah cara yang dapat digunakan untuk membantu membuat perencanaan dan pengembangan pada berbagai sektor karena sistem informasi spasial memberi kemudahan dalam mengakses, menyimpan, melakukan editing dan updating data. Melalui sistem informasi spasial dapat digunakan untuk membangun dan menganalisa informasi yang bereferensi geografis yang teridentifikasi dengan lokasinya.

Hampir semua bidang sudah mengembangkan sistem informasi spasial, tidak terkecuali pada geoinformatika. Salah satu teknologi geoinformatika yang sedang berkembang pesat adalah pemanfaatan peta online berbasis web. Melalui sistem informasi spasial dapat dilakukan pengambilan keputusan dengan multi kriteria, selain itu dengan adanya integrasi spasial berbasis web bisa dilakukan partisipasi publik.

 Kata Kunci: Geoinformatika; Sistem Informasi Spasial

Tugas Infrastruktur Data Spasial - REVIEW PETUNJUK TEKNIS PEMBANGUNAN SIMPUL JARINGAN 2014

 

            Sekilas melakukan review Petunjuk Teknis Pembangunan Simpul jaringan dimana petunjuk ini merupakan pendetailan dari Buku Panduan Pembangunan Simpul Jaringan tahun 2013, menurut saya buku petunjuk ini sudah sangat lengkap untuk lembaga/ kementrian dan pemerintah daerah dalam merealisasikan simpul jaringan sebagai pedoman untuk tercapainya manfaat bersama bagi pembangunan nasional.

Seperti yang dicantumkan pada pengantar buku ini diawali dengan konsep umum mengenai Infrastruktur Informasi Geospasial (IIG) dan Simpul Jaringan supaya terbentuk pemahaman yang sama di kalangan Pemerintah Daerah dan Kementerian/Lembaga. Selanjutnya terdapat bagian mengenai evaluasi diri kondisi saat ini di masingmasing Pemerintah Daerah dan Kementerian/Lembaga. Proses evaluasi dapat dilakukan sendiri dengan hasil berupa informasi komponen yang sudah siap dan aspek yang belum siap di masingmasing Pemerintah Daerah dan Kementerian/Lembaga. Bagian ketiga Buku ini berisi langkahlangkah praktis dalam membangun Simpul Jaringan

            Saat ini kebutuhan akan informasi geospasial sangat tinggi. Terutama dalam bidang akademik, banyak mahasiswa yang ingin melakukan suatu penelitian dimana membutuhkan data geospasial namun sulit untuk mendapatkannya dikarenakan belum adanya integrasi data terpusat dan kemudahan dalam akses data geospasial. Adanya petunjuk teknis pembangunan simpul jaringan ini patut kita syukuri terutama dari kalangan akademisi karena akan memudahkan dalam akses data spasial. Tinggal bagaimana mempercepat proses kelengkapan dan penyempurnaan data dan informasi geospasial yang sudah berjalan saat ini.

            Setelah terbitnya petunjuk teknis pembangunan simpul jaringan ini saya rasa perlu adanya satu aturan yang tegas terkait percepatan pelaksanaannya, karena belum semua daerah siap untuk pelaksanaannya. Bahkan kementerian/lembaga pun masih ada tumpang tindih peran, sebagai contoh data terumbu karang seluruh Indonesia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sudah memiliki beserta telah ada bidang tersendiri yang menaunginya padahal seharusnya itu menjadi ranah dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP). Hal-hal semacam ini yang seharusnya ada suatu aturan tegas yang dibuat oleh pemerintah.

Tugas Infrastruktur Data Spasial - SEJARAH PEMBANGUNAN IDS DI INDONESIA

 

PENDAHULUAN

Infrastruktur Data Spasial (IDS) merupakan sebuah usaha terkoordinasi untuk memfasilitasi pencarian, tukarguna, berbagi, pemanfaatan data dan informasi geospasial oleh para pengguna data spasial. Infrastruktur Data Spasial diselenggarakan pada level lokal, nasional, regional dan global untuk berbagai keperluan misalnya untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan tata kelola pemerintahan melalui kesepakatankesepakatan dalam pengaturan dan pemanfataan standar teknologi, kebijakan, dan institusi yang kompeten. Saat ini di Indonesia secara resmi menggunakan istilah Infrastruktur Informasi Geospasial (IIG), dimana memiliki pengertian yang sama dengan Infrastruktur Data Spasial.

Data dan Informasi geospasial berperan penting dalam pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan yang melibatkan informasi geospasial tidak hanya bidang keteknikan, tetapi aspek ekonomi, lingkungan, politik, dan sosial juga memerlukan (McDougall, Rajabifard, dkk., 2005b). Sekitar 80% kegiatan yang dilakukan pemerintah daerah melibatkan komponen spasial (O'Looney, 2000) misalnya, dibidang kebencanaan, pemerintah daerah dapat mengurangi resiko bencana dengan menggunakan data geospasial untuk menyusun mitigasi bencana (Sutanta, Bishop, dkk., 2010a; The Incheon Declaration, 2009).

Pembangunan Infrastruktur Data Spasial Nasional (IDSN) yang merupakan misi survei dan pemetaan nasional dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan mendasar yang berkaitan dengan survei dan pemetaan di Indonesia. Salah satu permasalahannya adalah belum tersedianya suatu sistem yang dapat memberikan informasi tentang ketersediaan data spasial yang dapat diakses dengan mudah oleh para pengguna data. Kita sepakati bersama bahwa terpeliharanya data dan informasi spasial nasional akan memberikan dampak dalam optimalisasi pemanfaatan data spasial yang telah diproduksi oleh berbagai instansi pemerintah dan swasta baik di tingkat pusat maupun daerah. Oleh karena itu, perlu dipertimbangkan pembangunan suatu sistem yang dapat menangani pengelolaan data dan informasi spasial sehingga pemanfaatan produk data spasial tersebut dapat lebih ditingkatkan secara efisien, efektif, dan terpadu.

Indonesia termasuk negara yang masuk dalam kategori pengadopsi awal konsep Infrastruktur Data Spasial (IDS) (Masser, 1998). Implementasi IDS selalu diawali dengan pemanfaatan data geospasial yang intensif dan meluas menggunakan Sistem Informasi Geospasial (SIG). Inisiatif Infrastruktur Data Spasial Nasional (IDSN) terintis sejak tahun 2000.  Namun demikian, kemajuan yang bersifat kelembagaan tampak belum cukup baik. Pemanfaatan SIG, baik dalam konteks individu instansi ataupun dalam konteks Infrastruktur Data Spasial belum tersebar secara meluas dan dalam tingkat implementasi yang seragam.

Melihat perkembangan Infrastruktur Data Spasial di Indonesia saat ini terlihat cukup lambat apalagi kita sebagai pengadopsi awal konsep Infrastruktur Data Spasial, seharusnya pengimplementasian IDS sudah lebih dari 50% seluruh Indonesia. Berdasarkan hal tersebut sangat diperlukan pembahasan mengenai Sejarah Pembangunan IDS di Indonesia agar menegaskan bahwa Indonesia sebagai pengadopsi awal konsep Infrastruktur Data Spasial dan tentunya mengetahui sejarah perkembangan Infrastruktur Data Spasial dari awal hingga saat ini.