navigasi

Friday, December 26, 2014

Cahaya Harapan Itu Muncul Pada Lingkaran PMDH


            Menjadi sangat asing mendengar PMDH bagi masyarakat luas, bisa jadi siswa SMA Negeri 1 Pemalang (Smansa Pemalang) pun merasa asing dan kata anak muda yang katanya gaul, “g banget” dengan PMDH. Ya disaat awal masuk SMA juga bisa dibilang q termasuk golongan anak muda tersebut. Masih teringat sekali ketika “organisasi kumpulan anak sholeh” ini mempromosikan PMDH di depan seluruh siswa baru dengan jaminan dapat jaket keren gratis, dalam hati saat itu, “waw keren juga ni PMDH bisa ngasih jaminan jaket gratis, tapi bicara apa lah dia terserah, bagi ku g banget”. Aku lebih tertarik untuk antusias mendengarkan penjelasan dari organisasi Pramuka, PMR, dll.
Wah malah lupa ya belum jelasin apa itu PMDH? PMDH adalah singkatan dari Pengurus Masjid Darul Hafidz. Ini merupakan organisasi intra rohani islam (Rohis) Smansa Pemalang. Sudah sangat jelas dinamakan PMDH karena Masjid di Smansa Pemalang bernama Darul Hafidz. Untuk sejarah lengkapnya silahkan bertanya kepada “dedengkot PMDH”.
Yea the success story is begin..
Hingga kelas 1 SMA pandangan ku masih hanya sebatas duniawi saja. Kewajiban-kewajiban dalam Islam ok terlaksana, tapi hanya sebatas tahu dan sense of Robb nya tidak terlalu mengena dalam jiwa. Alhamdulillah Allah Swt masih sayang dengan memberikan q jalan untuk mengenal orang-orang hebat dalam PMDH. Ya PMDH bukan segalanya tapi PMDH telah menciptakan lingkaran islami yang kokoh, mengkondisikan orang-orang didalamnya untuk selalu berlomba-lomba dalam mengajak kebaikan dan mengajak selalu berfikir jauh kedepan tidak hanya sebatas duniawi.
Allah Swt mempertemukan q dengan kawan-kawan PMDH dengan alur yang sangat indah. Berawal dari banyak anggota PMDH yang juga ikut Pramuka hingga saat kelas XI SMA q diamanahi menjadi ketua kelas XI PSIA 1 (LA). Beberapa yang ikut Pramuka diantaranya Arif, Oji, Siswandi, Widodo, Suryo, Vita, Restu, Khilmi, Azis, dkk. Aku juga membantu Arif dalam memprakarsai ITC (Information Teknologi and Communication) Smansa. Nah dari situlah q banyak berinteraksi dengan mereka dan mulai banyak “bermain” di masjid. Terus terang q selama masa SMA mengikuti liqo/ mentoring/ halaqoh hanya 1 kali, kalau tidak salah saat kelas XI. Bagaimana rasanya pertama kali mengikuti liqo sudah q share di lain tulisan.
Antara menyesal dan bersyukur itulah yang bisa q katakan saat ini. Menyesal karena q tidak menjadi bagian dari sejarah perjuangan dakwah kawan-kawan PMDH, tapi bersyukur karena q merasakan betapa besarnya pengaruh lingkaran PMDH ini terhadap diri ku saat ini. Memang masih terlalu jauh ketika kita berbicara kata “perfect” dalam diri karena fitrahnya manusia memang berusaha untuk menjalani kehidupan ini sesuai Al-Qur’an dan Al Hadist, biarlah Allah Swt yang menilai ikhtiar-ikhtiar yang kita lakukan di yaumul akhir nanti.  
Eits 1 hal lagi sampai sekarang q dan Suryo mendapat gelar “Sahabat PMDH”. Yea itu sebutan untk kita karena tidak sebagai anggota PMDH tetapi selalu berusaha berada di lingkaran kawan-kawan PMDH. Ya cukup lah menjadi obat dari penyesalan yang sudah q sebutkan diatas. Lingkaran PMDH lah yang mengenalkan q makna ukhuwah, dakwah, halaqoh, uhibbuka fillah, ukhrawi, dan banyak hal lain. Dengan penuh rasa optimisme dalam memandang kehidupan ini kedepan sehingga sangat indah rasanya rangkaian tulisan Aku dan PMDH ini diberi judul “Cahaya Harapan itu Muncul pada Lingkaran PMDH”.

No comments: