navigasi

Monday, July 29, 2019

Bisakah Hak Milik hapus?

Jawabannya Bisa.

Berdasarkan Undang-undang no.5 tahun 1960 tentang tentang peraturan dasar pokok-pokok agraria Presiden Republik Indonesia (UUPA) pasal 27 HM hapus jika :

Monday, July 22, 2019

Harta Dunia akan Sirna

dari AbuHurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Hamba berkata, “Harta-hartaku.” Bukankah hartanya itu hanyalah tiga : [1] yang ia makan dan akan sirna, [2] yang ia kenakan dan akan usang, [3] yang ia beri yang sebenarnya harta yang ia kumpulkan. Harta selain itu akan sirna dan diberi pada orang-orang yang ia tinggalkan.” (HR. Muslim no. 2959)

dari Anas bin Malik, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Yang akan mengiringi mayit (hingga ke kubur) ada tiga. Yang dua akan kembali, sedangkan yang satu akan menemaninya. Yang mengiringinya tadi adalah keluarga, harta dan amalnya. Keluarga dan hartanya akan kembali. Sedangkan yang tetap menemani hanyalah amalnya.
(HR. Bukhari no. 6514 dan Muslim no. 2960)

Al Hafizh Ibnu ‘Asakir dalam Tarikh Dimasyq menyebutkan biografi Al Ahnaf bin Qois –nama yang biasa kita kenal adalah Adh Dhohak-, bahwasanya beliau melihat dirham di genggaman tangan seseorang.
Lantas Al Ahnaf bertanya, “Dirham ini milik siapa?”.
“Milik saya”, jawabnya.
Al Ahnaf berkata, “Harta tersebut jadi milikmu jika engkau menginfakkannya untuk mengharap pahala atau dalam rangka bersyukur.”
Kemudian Al Ahnaf berkata seperti perkataan penyair,

أنتَ للمال إذا أمسكتَه … فإذا أنفقتَه فالمالُ لَكْ …
Engkau akan menjadi budak harta jika engkau menahan harta tersebut, Namun jika engkau menginfakkannya, harta tersebut barulah jadi milikmu. 
(Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14: 443)

Sumber : https://rumaysho.com/2138-saling-berbangga-dengan-harta.html

Sunday, July 21, 2019

Keutamaan Hadir di Majelis Ilmu

dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ


Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah membaca Kitabullah dan saling mengajarkan satu dan lainnya melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), akan dinaungi rahmat, akan dikeliling para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya.” 

(HR. Muslim, no. 2699)