navigasi

Wednesday, December 31, 2014

Forum Diskusi Hilirisasi dan Komersialisasi Penelitian Perguruan Tinggi


            Selasa, 30 Desember 2014 UNDIP mengadakan acara Refleksi Akhir Tahun dalam bentuk Forum Diskusi dengan tema “Hilirisasi dan Komersialisasi Penelitian Perguruan Tinggi”. Acara ini menghadirkan Prof. Sudharto P. Hadi., MES., Ph.D (Rektor UNDIP) sebagai pengantar, Prof. Drs. H. Mohamad Nasir., M.Si., Akt., Ph.D (Kemenristek dan Dikti) sebagai Keynote Speaker, Dr. Muhammad Nur., DEA (Dekan FSM UNDIP) sebagai pembicara, Dr. Ir. Sudarto., MM (Kepala Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri) sebagai pembicara, dan Amir Machmud., SH., NS (Pimred Suara Merdeka) sebagai moderator. Diskusi dihadiri diantaranya oleh Sekda Jateng, Perwakilan Kapolda Jateng, Perwakilan Gubernur Akpol, Rektor Universitas Swasta dan Negeri di Semarang, Pimpinan Fakultas UNDIP, dan Guru Besar UNDIP. Yang q heran adalah sepintas yang terlihat wajah-wajah mahasiswa hanya perwakilan dari Senat Mahasiswa yang mana q dan Adhi Prasetyo. q juga salut kepada Adhi karena dia lebih memlih acara ini ketimbang penerimaan penghargaan LKTI oleh Walikota yang mana dia dan timnya menjadi Juara 1. Yang masih menjadi pertanyaan di benak q, “Kemana mahasiswa lainnya?”, Padahal acara seperti ini yang sangat bermanfaat untuk mahasiswa. Tapi ya sudahlah mungkin lebih memilih agenda2 penting lainnya.

            Menjadi sebuah hal yang luar biasa ikut forum diskusi bersama para orang-orang dengan jabatan dan intelegensi yang bisa dikatakan High Class. Salah satu yang menarik adalah q dan Adhi disalamin oleh para orang-orang hebat itu bisa dihitung jari. Apa mungkin wajah kita terlihat kurang meyakinkan atau terlihat seorang mahasiswa, atau ah ini bukan orang penting, acuhkan saja.haha. Apapun itu dalam hati q berkata, “Pak, Bu suatu saat nanti q bisa melebihi beliau2 semua dan tidak akan membuat orang merasakan apa yang q rasakan”. Selain itu para orang hebat ternyata juga manusia biasa, saat makan malam beberapa ada yang makannya sangat bringas, ketika acara diskusi berlangsung juga beberapa ada yang main handphone, ngobrol, bahkan bercanda sendiri dengan suara cukup membuat seisi ruangan mendengar. Okelah apapun itu prestasi mereka saat ini masih lebih baik dari q. Yang menjadi pembelajaran untuk kita semua adalah bahwa orang2 hebat disana fitrohnya adalah manusia biasa sama seperti kita, namun mereka bisa lebih baik dalam pemanfaatan waktu, usaha, dan doa.

            Pak Nasir mengawali dengan cerita beliau sebenarnya tidak menyiapkan diri menjadi Menteri, hanya menyiapkan menjadi Rektor UNDIP. Jadi belum punya banya pandangan, tapi ketika dilantik langsung beliau mengadakan rapat bersama eselon 1 untuk dilakukan reorganisasi dan mulai berdiskusi2 dengan pihak2 terkait untuk membicarakan permasalahan2 yang ada. Pak Nasir mendapati bahwa penelitian di Indonesia sudah sangat luar biasa banyaknya hingga sudah sampai pada paten, tapi yang menjadi masalah adalah setelah itu apa? Hanya sebatas Riset, Prototipe, dan Paten. Nah dari situlah Pak Nasir membuat isu nasional bersama untuk melakukan “Hilirisasi dan Komersialisasi Penelitian Perguruan Tinggi”. Sebuah penelitian dengan hulu perguruan tinggi harus dihilirkan agar bermanfaat untuk masyarakat. Intinya bagaimana agar sebuah riset bisa sampai pada aplikasi yang digunakan industri maupun jasa dan setelah itu bisa dikomersialkan untuk menjadi profitable yang tentunya bermanfaat untuk masyarakat. Menurut q itu merupakan gagasan yang sangat bagus dari Menristek dan Dikti. Kita disini menunggu langkah2 konkret dari apa yang sudah direncanakan oleh Pak Nasir dkk di Kementrian. 

2 comments:

Unknown said...

mantep mas.. monggo mampir ke blogku.. heu heu

Unknown said...

ok siiip..
kita tingkatkan sense of writing untuk bisa saling berbagi informasi dan inspirasi.
mana alamat blogmu?