navigasi

Wednesday, December 30, 2015

Tentang Katalog Fitur Dataset (KFD)

1.     Katalog Fitur Dataset (KFD)
Katalog Fitur Dataset adalah sebuah standar yang dibuat untuk memproduksi, mendistribusikan, maupun yang menggunakan data geospasial, baik data geospasial saja maupun data geospasial yang dikaitkan dengan data non-geospasial. Cakupan penggunaan katalog ini meliputi sistem informasi geografis, sistem yang mendukung pengambilan keputusan, data untuk pemodelan, perencanaan sumber daya dan manajemen, otomatisasi pemetaan, dan geo-engineering. Selain itu Katalog Fitur Dataset juga bisa didefisikan sebagai suatu sistem yang berisi fitur dan atribut yang dapat digunakan oleh produsen dan pengguna informasi geografis dalam membangun struktur data spasial. Katalog Fitur Data Set (KFD) diperlukan untuk meningkatkan diseminasi, berbagi-pakai, dan pemanfaatan data geografis melalui sebuah pemahaman yang lebih baik akan isi dan makna dari data tersebut.
Katalog ini merupakan suatu sistem yang berisi fitur dan atribut yang dapat digunakan oleh produsen dan pengguna informasi geografis dalam membangun struktur data spasial. Tujuan penyusunan katalog fitur dataset adalah untuk mempermudah terwujudnya penggunaan data bersama maupun pertukaran data antara produsen dan pengguna data spasial atau antarpemangku kepentingan.
 Katalog fitur memuat seluruh dataset fundamental yang termuat dalam duabelas kategori, yaitu Referensi Spasial, Batas Wilayah, Transportasi, Hidrografi, Hipsografi, Vegetasi, Lingkungan Terbangun, Utilitas, Geologi, Tanah, Toponimi, dan Dataset Khusus.
Manfaat Katalog Fitur Dataset diantaranya, meningkatkan pemahaman dan penggunaan informasi geografis, meningkatkan integrasi dan sharing informasi geografis dalam format digital antarpemangku kepentingan (stakeholders), dan mendukung analisis spasial dan atribut dalam Sistem Informasi Geografis (SIG).
                        
2.     Katalog Fitur Dataset dalam konteks Infrastruktur Data Spasial di Indonesia beserta review dan tinjauan peluang dan tantangan.
Katalog Fitur Dataset yang membuat adalah BIG. Pada tahun 2010 terdapat Buku Katalog Fitur Dataset Fundamental yang diterbitkan oleh Pusat Sistem Jaringan dan Standardisasi Data Spasial dimana BIG masih dengan nama Bakosurtanal. Hingga pada tahun 2013 Pusat Pengelolaan dan Penyebarluasan Informasi Geospasial BIG mengeluarkan Standar Katalog Fitur Dataset dengan nama Katalog Unsur Geografi. Pada intinya implementasi pengolahan data dan informasi geospasial dengan mengacu pada Katalog Fitur Dataset akan mempermudah pertukaran data dan pemanfaatan informasi geospasial digital antar pemangku kepentingan yang terhubung dalam infrastruktur data spasial nasional.
Peluang yang ada saat ini adalah keterbutuhan akan suatu standar yang mendukung kebijakan dari pemerintah dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan. Dengan adanya Infrastruktur Data Spasial sangat tepat menjadi solusi untuk penataan Infrastruktur Spasial di Indonesia yang hingga saat ini masih banyak kesimpangsiuran diantara lembaga maupun instansi.
Tantangan yang ada saat ini adalah Katalog Fitur Dataset masih terlalu sulit untuk diimplementasikan karena sumber daya manusia yang masih kurang; Peningkatan sumber daya manusia untuk bisa sepenuhnya mengimplementasikan Katalog Fitur Dataset dalam Infrastruktur Data Spasial sangat diperlukan; Masih banyak yang beranggapan bahwa manfaat utama yang didapatkan hanya untuk beberapa pengguna saja, belum menjadi kesadaran bersama seluruh bangsa Indonesia akan pentingnya kebijakan ini; Memerlukan biaya yang cukup mahal untuk mengimplementasikan kebijakan ini, peran serta pemerintah sangat dibutuhkan disini untuk kesuksesan penyelenggaraan Infrastruktur Data Spasial; dan perlu waktu yang panjang untuk menjadikan kebijakan ini interoperability karena masih sedikit yang mengimplementasikan Katalog Fitur Dataset.
Referensi

Buku Katalog Fitur Dataset Fundamental Bakosurtanal tahun 2010..
Undang-Undang No.4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial.

No comments: