navigasi

Tuesday, November 7, 2017

Mengenal Allah Swt (Ma'rifatullah)

1.      Arti Ma’rifatullah
-          Ma’rifatullah dari kata ma’rifah dan Allah.
-          Ma’rifah = mengetahui/mengenal.
-          Mengenal Allah bukan melalui zat Allah tapi lewat tanda-tanda kebesaran-Nya (asma, sifat-sifatnya, ayat-ayatnya).

2.      Pentingnya mengenal Allah Swt
a.       Nabi kita Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya aku yang paling mengenal Allah dan akulah yang paling takut kepada-Nya” (HR. Bukhari-Muslim)
b.      Allah Swt berfirman, “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah para ulama (orang-orang yang berilmu (mengenal Allâh Azza wa Jalla)).” (QS. Fathir: 28)
Ø  Semakin tinggi pengetahuan seorang hamba kepada Robb-nya, maka ia akan semakin takut kepada-Nya.
c.       Ibnul Qayyim rahimahullah, “Pribadi termulia yang memiliki cita-cita dan kedudukan tertinggi adalah seorang yang merasakan kelezatan dalam ma’rifatullah (mengenal Allah), mencintai-Nya, rindu untuk bertemu dengan-Nya serta mencintai segala sesuatu yang dicintai dan diridhai-Nya.” (Al Fawaa-id, hal. 150).
d.      Sang pakar hati, Abu Bakr Az Zur’i yang terkenal dengan Ibnul Qayyim, Syaikhul Islam kedua. Beliau mengatakan, “Al ‘arif (orang yang mengenal Allah dengan benar) menurut para ulama adalah orang yang mengenal Allah ta’ala dengan berbagai nama, sifat dan perbuatan-Nya. Kemudian dibuktikan dalam perikehidupannya yang dibarengi niat dan tujuan yang ikhlas…” (Madaarijus Saalikin, 3/337).
e.       Para ulama semakin mengenal Allah Swt, semakin berhati-hati dengan meninggalkan yang syubhat bahkan yang mubah karena takut masuk kategori haram.
f.       Rasulullah Saw bersabda,”Anak adam semakin tua, ada dua perkara semakin besar juga bersamanya : cinta harta dan panjang umur.” (H.R Tirmidzi).
Ø  Sehingga penting mengenal Allah Swt agar semakin meningkatkan taqwa kepada Allah Swt untuk menghilangkan hubbul mal (cinta harta yang berlebihan).

3.      Cara mengenal Allah Swt :

a.      Nama dan sifat Allah Swt melalui pemahaman Asmaul Husna.
Ø  Ar-Razzaaq = Maha Pemberi Rizki.
“Wahai manusia! Ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia; maka mengapa kamu berpaling (dari ketauhidan).”
(QS. Fathir : 3).
b.      Pelajari Al-Qur’an dan hadist.
Ø  Ayat Kauniyah (ayat Allah di alam).
+ Air laut yang tidak bercampur.
“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing2”. (QS. Ar-Rahman : 19-20).
Ø  Ayat Qur’aniyah (ayat Allah dalam AL-Qur’an.
+ Keindahan Al-Qur’an.
“Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. (QS.Al-Baqarah : 23)
c.       Intropeksi diri dengan melihat fenomena alam dan kehidupan
Ø  Misal, jika kt mengumpulkan seluruh lalat yang ada di bumi? Siapakah yang bisa membuat hewan sekecil ini dengan jumlah yang sangat banyak tersebar diseluruh belahan bumi?
Ø  Allâh Azza wa Jalla berfirman :
“Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allâh Azza wa Jalla ) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri, maka apakah kamu tidak memperhatikan?” [QS. adz-Dzâriyât : 20-21]
d.   Bertanya kepada orang yang ahli agama agar semakin menambah keyakinan kita kepada Allah Swt.
     e.  Perbanyak taubat, tingkatkan keimanan dan amal sholeh


Referensi :
Ust. Syafiq Reza Basalamah, https://www.youtube.com/watch?v=_bJKL5NLb6c
https://muslim.or.id/113-mengenal-nama-dan-sifat-allah.html

No comments: