navigasi

Friday, January 17, 2014

DASAR-DASAR TENTANG SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS atau GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM (SIG)


Sistem adalah sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu yang dimaksudkan untuk mencapai suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan (Hartono,2000).
            Sistem Informasi Geografis (bahasa Inggris : Geographic Information System disingkat GIS) adalah system informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Komponen-komponen pendukung SIG terdiri dari lima komponen yang bekerja secara terintegrasi yaitu perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), data, manusia, dan metode.

1. Perangkat Keras (hardware)
            Perangkat keras SIG adalah perangkat-perangkat fisik yang merupakan bagian dari system komputer yang mendukung analisis goegrafi dan pemetaan. Perangkat keras SIG mempunyai kemampuan untuk menyajikan citra dengan resolusi dan kecepatan yang tinggi serta mendukung operasio basis data dengan volume data yang besar secara cepat. Perangkat keras SIG terdiri dari beberapa bagian untuk menginput data, mengolah data, dan mencetak hasil proses. Berikut ini pembagian berdasarkan proses :
a. Input data : mouse, digitizer, scanner
b. Olah data : harddisk, processor, RAM, VGA Card
c. Output data : plotter, printer, screening.
2. Perangkat Lunak (software)
            Perangkat lunak digunakan untuk melakukan proses menyimpan, menganalisa, memvisualkan data-data baik data spasial maupun non-spasial. Perangkat lunak yang harus terdapat dalam komponen software SIG adalah :
a. Alat untuk memasukkan dan memanipulasi data SIG
b. Data Base Management System (DBMS)
c. Alat untuk menganalisa data-data
d. Alat untuk menampilkan data dan hasil analisa
3. Data
            Pada prinsipnya terdapat dua jenis data untuk mendukung SIG yaitu :
a. Data Spasial adalah gambaran nyata suatu wilayah yang terdapat di permukaan bumi. Umumnya direpresentasikan berupa grafik, peta, gambar dengan format digital dan disimpan dalam bentuk koordinat x,y (vektor) atau dalam bentuk image (raster) yang memiliki nilai tertentu.
b. Data non spasial (atribut) adalah data berbentuk tabel dimana tabel tersebut berisi informasi- informasi yang dimiliki oleh obyek dalam data spasial. Data tersebut berbentuk data tabular yang saling terintegrasi dengan data spasial yang ada.
4. Manusia
            Manusia merupakan inti elemen dari SIG karena manusia adalah perencana dan pengguna dari SIG. Pengguna SIG mempunyai tingkatan seperti pada sistem informasi lainnya, dari tingkat spesialis teknis yang mendesain dan mengelola sistem sampai pada pengguna yang menggunakan SIG untuk membantu pekerjaannya sehari-hari.
5. Metode
            Metode yang digunakan dalam SIG akan berbeda untuk setiap permasalahan. SIG yang baik tergantung pada aspek desain dan aspek real nya. Pada dasarnya pada SIG terdapat enam proses yaitu:
a. Input Data
          Proses input data digunakan untuk menginputkan data spasial dan data non-spasial. Data spasial biasanya berupa peta analog. Untuk SIG harus menggunakan peta digital sehingga peta analog tersebut harus dikonversi ke dalam bentuk peta digital dengan menggunakan alat digitizer. Selain proses digitasi dapat juga dilakukan proses overlay dengan melakukan proses scanning pada peta analog.
b. Manipulasi Data.
       Tipe data yang diperlukan oleh suatu bagian SIG mungkin perlu dimanipulasi agar sesuai dengan sistem yang dipergunakan. Oleh karena itu SIG mampu melakukan fungsi edit baik untuk data spasial maupun non-spasial.
c. Manajemen Data.
       Setelah data spasial dimasukkan maka proses selanjutnya adalah pengolahan data non-spasial. Pengolahan data non-spasial meliputi penggunaan DBMS untuk menyimpan data yang memiliki ukuran besar.
d. Query dan Analisis.
       Query adalah proses analisis yang dilakukan secara tabular. Secara fundamental SIG dapat melakukan dua jenis analisis, yaitu:
1. Analisis Proximity
                        Analisis Proximity merupakan analisis geografi yang berbasis pada jarak antar layer. SIGmenggunakan proses buffering (membangun lapisan pendukung di sekitar layer dalam jarak tertentu) untuk menentukan dekatnya hubungan antar sifat bagian yang ada.
2. Analisis Overlay
                        Overlay merupakan proses penyatuan data dari lapisan layer yang berbeda. Secara sederhanaoverlay disebut sebagai operasi visual yang membutuhkan lebih dari satu layer untuk digabungkan secara fisik.
g. Visualisasi.
       Untuk beberapa tipe operasi geografis, hasil akhir terbaik diwujudkan dalam peta atau grafik.Peta sangatlah efektif untuk menyimpan dan memberikan informasi geografis.

            Sistem Informasi Geografis istilah ini digunakan karena Geographic Information System dibangun berdasarkan pada “geografi” atau “geografis” atau “spasial”. Objek ini mengarah pada spesifikasi lokasi dalam suatu space sesuai dengan kenyataanya di bumi. Objek bisa berupa fisik, budaya atau ekonomi alamiah. Penampakan tersebut ditampilkan pada susatu peta untuk memeberikan representatif dari spasial suatu objek sesuai dengan kenyataannya di bumi Simbol, warna, dan gaya garis digunakan untuk mewakili setiap spasial yang berada pada petadua dimensi. Salah satu kemampuan Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah mengolah data spasial dan menyajikannya sebagai informasi spasial
Subsistem Sistem Informasi Geografis
a. Data Input
Subsistem ini bertugas untuk mengumpulkan data dan mempersiapkan data spasial dan atribut dari berbagai sumber dan bertanggung jawab dalam mengkonversi atau mentransfortasikan format-format data-data aslinya kedalam format yang dapat digunakan oleh GIS.
b. Data output
Subsistem ini menampilkan atau menghasilkan keluaran seluruh atau sebagian basis data baik dalam bentuk softcopy maupun bentuk hardcopy seperti:tabel, grafik dan peta.
c. Data Management
Subsistem ini mengorganisasikan baik data spasial maupun data atribut ke dalam sebuah basis data sedemikian rupa sehingga mudah dipanggil, diupdate dan diedit.
d. Data Manipulation dan Analysis
Subsistem ini menentukan informasi-informasi yang dapat dihasilkan oleh GIS dan melakukan manipulasi serta pemodelan data untuk menghasilkan informasi yang diharapkan.

No comments: